Laporan : Lemens Kodongan.
Jakarta, eksposenews- Vox Point DPD DKI Jakarta melakukan diskusi publik mengusung Thema ” Ada Apa Di Balik Peristiwa Papua”, yang diselenggarakan di gedung Sanggar Prativi, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Desember 2018.
Diskusi membahas masalah Pasca Penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), terhadap 31 pekerja PT.Istaka Karya yang terjadi pada tanggal 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 wita, yang terjadi di kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Hadir sebagai narasumber Adriana Elizabeth Peneliti LIPI, Haris Azhar Praktisi HAM, Hironimus Hilapok, Direktur Papua Circle Institute dengan Moderator Thomas Suwarta Media Indonesia yang didahului sambutan kata pengantar oleh Ketua DPD Vox Point DKI Jakarta Norben Syukur.
Haris Azhar dalam pemaparan nya menyatakan, bahwa kejadian di Nduga bukanlah peristiwa pertama. Banyak kasus pelanggaran HAM yang sampai saat ini belum bisa terungkap.
Rezim politik itu hanya musiman, ditengah kekacauan ada biaya, proyek bagi hasil yang jadi rebutan aset rezeki ujar Haris.
Sementara itu, Penelit LIPI Adriana Elizabeth menyatakan diperlukan adanya dialog sektoral semua elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua. Dana otonomi khusus juga perlu ditinjau kembali ujarnya.
Hironimus Hilapok mengatakan, Jika melihat sejarah, sebenarnya Papua sudah menyatakan diri merdeka pada tahun 1961. Namun pemerintah Indonesia menolaknya dan mengatakan itu adalah rekayasa pemerintah kolonial Belanda, dengan menyatakan Negara Boneka Ciptaan Belanda.
Berikut pernyataan Hironimus Hilapok dalam video Live streaming
