Jakarta, eksposenews.com – Jaringan Potensi Online Indonesia (UPOI) yang merupakan gabungan beberapa komunitas ojek online yang tergabung di wiliayah Jakarta dan sekitarnya mengecam keras pernyataan Prabowo Subianto pada beberapa waktu yang menilai profesi tukang ojek online redahan dan miris melihat cita-cita anak Indonesia setelah lulus SMA ingin jadi ojek online.
Sekjend JPoL, M. Helmi Romdhoni meminta Prabowo jangan terus menghina rakyat dan membuat konfilik di masyarakat, apalagi terkait merendahkan profesi anggota kami yang hampir semuanya adalah profesi sebagai tukang ojek online.
Pak Prabowo harusnya mencari solusi dan bagaimana kedepannya nasib kami, kami yang berprofesi sebagai ojek online sampai hari ini masih mampu membiayai anak kami sekolah bahkan sampai kuliah, jadi dimana sisi rendahnya dimata Prabowo, sebagai capres harusnya juga beliau membela rakyat bukan merendahkan rakyat kecil seperti kami yang berprofesi sebagai tukang ojek online,” jelas Helmi.
JPOI meminta kedua pasangan calon apalagi Prabowo bukan terus memecah persatuan dan persaudaraan kami sebagai ojek online karena kepentingan politik mereka. Kaml tetap bersaudara meski siapapun nanti presidennya kami tetap ngojek. #2019kamitetapngojek
JPOI melihat lebih tertarik kepada Pemerintahan Presiden Jokowi yang telah memberikan respon baik atas kemajuan transportasi online di Indonesia, dan Indonesia merupakan Negara terbanyak pengguna transportasi online di Asia. Kurang lebih sebanyak 2 juta driver online ada tersebar di seluruh Indonesia dari 2 pemain transportasi online yakni Gojek dan Grab, meski banyaknya permasalahan sepanjang tranportasi online ini ada dan berkembang selama 4 tahun.
“Seharusnya ojek online dan permasalahan yang timbul tetap menjadi perhatian Pemerintah Presiden Jokowi, apalagi Capres Prabowo dan Sandi yang berkampanye membuat rakyat adil amakmur dan bela rakyat kecil!,” jelas Helmi.
Online Cempaka Putih (KOMPAK) yakni Pak De Sony nada dengan JPOI, Ketua Komunitas Ojek mengatakan, “kebanyakan dari anggota kami bukan Cuma lulusan SMA bahkan ada juga Sarjan dan Mereka terbantu atas pekerjaan mereka menjadi ojek online dan bisa menghidupi kebutuhan keluarga mereka sehari-hari, kami menyebutnya mereka sebagai pejuang keluarga,” jelas Pak de Sony.
