JAKARTA – Aliansi Indonesian Tour & Travel Agencies DPD Jakarta menyoroti penurunan peringkat Jakarta sebagai destinasi wisata ramah muslim dunia. Dari peringkat 5 dunia, kini Jakarta turun ke peringkat 9. Untuk menggenjotnya, AITTA membentuk tim khusus yang akan terjun langsung ke lapangan mulai dari tempat wisata hingga pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang.
Hal itu disampaikan Ketua DPD AITTA Jakarta, Djohari Somad, http:M.Par, dalam acara Jakarta Moslem Friendly Forum 2026 di Movenpick Hotel Jakarta, Minggu 31 Agustus 2026.
Menurut Djohari, forum tahun ini merupakan kelanjutan dari forum pertama tahun lalu yang sudah menghasilkan sejumlah langkah strategis. Tahun ini, AITTA akan menggenapinya dengan kajian mendalam.
“Kita akan buat kajian, dari kajian itu kita akan membentuk satu tim yang untuk terjun langsung dalam langkah meningkatkan rating Jakarta yang sebelumnya di tingkat 5 ya, sekarang turun tingkat 9,” ujar Djohari.
Tim tersebut akan bersifat lintas sektor. Anggotanya terdiri dari unsur industri pariwisata, perhotelan, pemandu wisata, hingga regulator pembuat kebijakan.
“Satu tim ini terdiri dari industri, dari pariwisata, perhotelan, kemudian dari regulator, karena adalah membentuk kebijakan. Dari situ kita akan membuat saran-saran apa-apa yang harus dilakukan. Setelah itu regulator akan mengambil langkah-langkah berdasarkan apa yang sudah kita sarankan,” jelasnya.
Aksi nyatanya tidak hanya menyasar tempat wisata. AITTA juga akan menyasar pusat perbelanjaan.
“Kita akan aksi nyata menghubungi tempat-tempat yang berhubungan, bukan hanya tempat wisata tapi juga mal-mal, kan banyakkan shopping ya, kita juga akan ke Tanah Abang,” tegasnya.
“Jakarta Punya Semua, Tinggal Disemir”
Djohari menilai Jakarta memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata halal dan global city. Infrastruktur seperti MRT dan LRT bahkan sudah dipuji wisatawan asing di vlog-vlog mereka.
“Kita tidak perlu menunjang lagi, kita udah jadi. Sebetulnya kita punya mall yang tinggal luruskan sedikit, kita punya, kita udah punya semua. Tinggal kita memoleh sedikit. Kalau istilahnya sepatu, itu bagus kan. Tapi kalau nggak disemir, nggak enak juga. Kita tinggal nyemir aja,” analoginya.
Ia menekankan yang dibutuhkan saat ini adalah detail kecil seperti aksesibilitas dan fasilitas penunjang, contohnya kursi roda.
“Paling yang perlu kalau kita ingin jadikan global itu kayak kursi roda, disiapkan segala macam penunjang, fasilitas, aksesibilitas,” katanya.
Data AITTA:
AITTA merupakan singkatan dari Alliance of Indonesia Tour & Travel Agencies. DPD Jakarta menaungi sekitar 350 biro perjalanan wisata dari total 700 anggota se-Indonesia.
*Penutup:*
Dengan target menjadi nomor 1 tahun depan, Djohari mengajak seluruh stakeholder berkolaborasi membangun “Jakarta Ramah Wisatawan”.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa nomor 1, itu aja harapan kita. Jadi ini kolaborasi antara industri, perjalanan wisata, hotel, kemudian regulator, juga dari pihak guide,” pungkasnya.
Arny
