• Rab. Sep 2nd, 2026

Ahmad Bintang Resmi Pimpin Pemuda Bulan Bintang, Dilantik Yuri Kemal Fadlullah

Byadmin

Sep 2, 2026

JAKARTA — Ahmad Bintang resmi memimpin Pemuda Bulan Bintang setelah dilantik sebagai Ketua Umum organisasi sayap Partai Bulan Bintang (PBB) oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yuri Kemal Fadlullah.i

Pelantikan berlangsung di Rumah Sarwono, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026), dan menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan Pemuda Bulan Bintang.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran fungsionaris Partai Bulan Bintang, pengurus Pemuda Bulan Bintang, serta sejumlah elemen organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Ahmad Bintang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin Pemuda Bulan Bintang.
Ia menegaskan, amanah tersebut akan dijalankan dengan semangat membangun organisasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas generasi muda.
Menurut Ahmad, pendidikan menjadi salah satu perhatian penting dalam membangun kualitas kader muda. Ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan pendidikan, termasuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Ahmad juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai organisasi kepemudaan.
Ia menyebut keberadaan berbagai organisasi kepemudaan merupakan bagian penting dari dinamika gerakan anak muda di Indonesia.
“Kami menerima amanah ini untuk menjalankan roda organisasi dan meresonansikan pikiran-pikiran serta nilai perjuangan yang menjadi bagian dari Partai Bulan Bintang,” ujar Ahmad.

Yuri: Pemuda Bulan Bintang Harus Mengikuti Perkembangan Zaman
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yuri Kemal Fadlullah dalam sambutannya meminta kepengurusan Pemuda Bulan Bintang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Yuri, komposisi organisasi kepemudaan harus mampu memadukan energi generasi muda dengan pengalaman para senior.
“Keberagaman di dalam kepengurusan harus menjadi kekuatan. Kita juga harus mengikuti perkembangan zaman,” kata Yuri.

Ia menjelaskan, komposisi kepengurusan Pemuda Bulan Bintang diharapkan dapat mengombinasikan sekitar 70 persen generasi muda dan 30 persen senior.
Yuri menilai komposisi tersebut penting agar organisasi memiliki energi anak muda sekaligus tetap memperoleh pengalaman dan pembinaan dari generasi sebelumnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi antara Partai Bulan Bintang dengan organisasi sayapnya.
Menurut Yuri, karakter komunikasi anak muda memiliki gaya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan generasi saat ini.
“Bahasa dan gaya komunikasinya tidak bisa disamakan. Karena itu, mudah-mudahan ke depan hubungan ini berjalan harmonis,” ujarnya.
Yuri juga mengingatkan bahwa Pemuda Bulan Bintang merupakan badan otonom yang memiliki ruang untuk mengatur organisasi secara mandiri. Namun, sebagai bagian dari keluarga besar Partai Bulan Bintang, organisasi tersebut tetap harus berada dalam koridor perjuangan dan cita-cita partai.
“Pemuda Bulan Bintang sebagai badan otonom boleh mengatur dirinya sendiri, tetapi dalam batas-batas tertentu tentunya tetap melakukan koordinasi dengan pusat,” kata Yuri.

Ia berharap persoalan internal yang selama ini menjadi dinamika organisasi dapat diselesaikan secara baik sehingga tidak menjadi hambatan bagi perkembangan Pemuda Bulan Bintang.

Yusril Dorong Aktivis Muda Gabungkan Kemampuan Praktis dan Intelektual
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Yusril menilai gerakan kepemudaan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat dan perjuangan bangsa.

Menurut dia, pemuda tidak hanya dituntut aktif bergerak di lapangan, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir dan merumuskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Yusril mengatakan terdapat kecenderungan sebagian aktivis memiliki kemampuan praktis yang kuat, tetapi belum diimbangi kemampuan intelektual yang memadai. Sebaliknya, ada pula kelompok yang kuat secara intelektual tetapi kurang memiliki kemampuan praktis di lapangan.
“Yang ideal adalah menggabungkan keduanya,” ujar Yusril.

Ia menekankan, seorang pemimpin muda harus mampu bergerak sekaligus berpikir. Kemampuan tersebut diperlukan agar aktivisme tidak berhenti pada kegiatan dan mobilisasi, tetapi mampu menghasilkan gagasan serta solusi terhadap persoalan bangsa.

“Pemikir itu harus memiliki gradasi kepemimpinan. Harus mampu merumuskan masalah yang dihadapi dan kemudian menunjukkan bagaimana solusi jalan keluarnya,” kata Yusril.

Tantangan Kepemimpinan Ahmad Bintang
Dengan dilantiknya Ahmad Bintang, Pemuda Bulan Bintang menghadapi tantangan untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat daerah.

Kepemimpinan baru diharapkan tidak hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga menjadikan Pemuda Bulan Bintang sebagai ruang kaderisasi, pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, dan peningkatan kapasitas generasi muda.

Pemuda Bulan Bintang juga dituntut mampu membangun komunikasi dengan berbagai organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, serta kelompok masyarakat lainnya.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Bintang, organisasi tersebut diharapkan dapat melahirkan kader muda yang memiliki integritas, kemampuan intelektual, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan bangsa.

Pelantikan di Rumah Sarwono itu pun menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan agenda organisasi dan memperkuat jaringan Pemuda Bulan Bintang di berbagai daerah.

By admin

Tinggalkan Balasan