• Sen. Agu 3rd, 2026

Koramil Cilincing dan FBTPI Gelar Klarifikasi, Sepakati Penyelesaian Persoalan Melalui Dialog

Byadmin

Agu 1, 2026

Jakarta – Pertemuan klarifikasi antara perwakilan Koramil Cilincing dan Serikat Buruh Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) berlangsung dalam suasana dialog. Kedua belah pihak menyampaikan pandangan masing-masing terkait insiden yang terjadi sebelumnya serta berkomitmen menjaga komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur dialog.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Cilincing Mayor Arm Nawang menyampaikan permohonan maaf atas tindakan salah satu anggotanya yang dinilai menimbulkan ketidaknyamanan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut terjadi secara spontan dan bukan merupakan tindakan yang disengaja.

“Saya mengatasnamakan pribadi sebagai Danramil Cilincing memohon maaf atas tindakan anggota kami. Itu bukan disengaja, tetapi terjadi secara spontan. Kami berharap setelah pertemuan ini tidak ada lagi persoalan dan situasi tetap kondusif,” ujar Mayor Arm Nawang.

Ia juga menegaskan bahwa Koramil berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kondusivitas serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul.

Terkait mekanisme perundingan, pihak FBTPI menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku, peserta yang berhak mengikuti perundingan pada prinsipnya adalah para pihak yang terlibat langsung dalam proses tersebut. Namun, FBTPI menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada pembatasan yang dimaksudkan untuk menghalangi pihak tertentu hadir dalam forum secara sepihak.

Di sisi lain, Sekjen FBTPI, M. Arira Fitra atau Bere, mengapresiasi permohonan maaf yang disampaikan Danramil Cilincing. Meski demikian, ia berharap penyelesaian persoalan ke depan tetap mengedepankan prinsip demokrasi, penghormatan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat, dan penyelesaian melalui dialog.

“Sekarang kita berada di era reformasi dan demokrasi. Demokrasi memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Tidak perlu lagi menggunakan cara-cara yang bernuansa ancaman atau menakut-nakuti karena hal itu justru dapat memperkeruh keadaan,” kata Bere.

Menurutnya, aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, diharapkan dapat menjalankan peran sebagai penengah yang menjaga situasi tetap kondusif dan membantu penyelesaian persoalan secara objektif melalui komunikasi yang baik.

Dalam pertemuan tersebut, FBTPI juga menyampaikan adanya dugaan intimidasi terhadap salah satu anggotanya, Amin. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak serikat, Amin mengaku merasa tertekan setelah menerima pertanyaan yang dianggap bernada ancaman,termasuk adanya ucapan mengenai dirinya akan “dicari” atau “diculik”. FBTPI menyatakan memiliki dokumentasi video terkait peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Dalam klarifikasi tersebut, pihak Koramil tidak memberikan tanggapan secara khusus terhadap dugaan intimidasi yang disampaikan FBTPI. Pertemuan lebih difokuskan pada penyampaian klarifikasi, permohonan maaf, serta upaya membangun komunikasi yang lebih baik antara kedua belah pihak.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif, meredam ketegangan, dan mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang damai sesuai ketentuan hukum serta prinsip-prinsip demokrasi

(RED)

By admin

Tinggalkan Balasan