• Sel. Apr 21st, 2026

Sekjen PORDI : Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menjadikan PORDI Menjadi Sebuah Cabang Olahraga Baru.

Byadmin

Nov 16, 2025

Jakarta, Tidak ada alasan untuk tidak menjadikan PORDI menjadi sebuah cabang olahraga baru, ujar Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), Prof. Dr. H. Mansyur Ahmad KM, M.Si, kepada media ini via WA. Minggu, (16/11/2025).

Hal tersebut disampaikannya karena kita sudah memenuhi persyaratan wilayah yang terbentuk. Sehingga PORDI dalam perkembangannya dalam beberapa waktu terakhir ini memang sangat luar biasa. Kita bisa menjangkau ke seluruh Indonesia dengan kurang lebih 30 jumlah PORDI di seluruh Indonesia.

Ada yang baru kami lantik dan yang sebagian lagi kurang lebih ada 10 yang memang dalam persiapan pelantikan di seluruh Indonesia, Itu kondisi PORDI terakhir, ujar Prof Mansyur.

Lebih lanjut kata Mansyur, Turnamen begitu banyak diadakan, turnamen tingkat nasional juga begitu. Seperti yang kita adakan Harlah di Makassar, kemudian kemarin sore (Sabtu 15/11) di Senayan, kita adakan turnamen yang dihadiri oleh lebih dari 3.000 atlet. Ini menandakan begitu luar biasa perkembangan PORDI.

Event kemarin itu adalah event yang mendapatkan rekor muri peserta terbanyak dan juga diikuti oleh 8 negara. Ada 8 negara yang ikut kemarin, ada dari Iran, Irak, Brazil, Kongo, dan juga ada wakil dari Indonesia. 

Dari 8 negara yang ikut event kemarin, juara 1 itu Indonesia, juara 2 dari Kongo, dan seterusnya, jadi memang itu real, itu adalah kompetisi yang diadakan dengan 8 negara itu, ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, nanti ada lagi open turnamen selebes Cup yang akan dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 28-29 November ini. 

Selanjuynya, pada tanggal 12 Desember nanti, itu akan diadakan beberapa kegiatan yang sepertinya puncak kegiatan di akhir tahun ini yang sekaligus melaksanakan 3 kegiatan bersamaan.

Pertama adalah hari ulang tahun PORDI yang ke-6. Kemudian yang kedua kejuaraan nasional PORDI juga yang ke-6, dan yang ketiga adalah rapat koordinasi PORDI seluruh Indonesia akan diadakan di Banten pada tanggal 12 nanti yang merupakan Itu puncak kegiatan PORDI untuk tahun 2025 ini. 

Jadi PORDI ini menembus luar biasa dari pos Gardu atau tingkat Ronda menembus Senayan Jakarta itu sangat luar biasa dengan jumlah hadiah kemarin itu Rp 1 milyar dua ratus juta.

Kita sudah melakukan konsolidasi, kita sudah melakukan kejurnas minimal 3, sekarang kita sudah masuk kejurnas 6. Jadi tinggal political will pemerintah untuk merespons PORDI terutama dari kemenpora untuk bagaimana Pordi menjadi sebuah cabang olahraga baru, harapnya.

Menpora yang sebelumnya itu sudah merestui itu, kami dalam proses akhir tetapi dengan pergantian kepemimpinan di Kementerian Pemuda dan Olahraga, tentu kami harus memfinalisasi lagi, melakukan audiens dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, dan juga tentu saja dengan KONI Indonesia. 

Terkait masalah wasit dalam waktu singkat ini akan diadakan pelatihan. Pada bulan November ini kita sudah melakukan pelatihan atau TOT tetapi karena ada kegiatan yang rutin, begitu padat kegiatan di PORDI, sehingga nanti pelatihan itu akan kita adakan setelah harlah PORDI di Banten nanti.

Setelah tiga kegiatan itu berlangsung, akan diadakan pelatihan wasit di Indonesia dan itu dibuat dalam bentuk TOT, Training of Trainers. Kita training dulu wasit tingkat nasional, kemudian wasit-wasit yang ditraining tadi melakukan training lagi di tingkat provinsi, selanjutnya tingkat provinsi akan melakukan training di tingkat kawasan dan kota. 
Ini semua akan kita lakukan bukan sekedar formalitas tapi kita buat nanti wasit yang bersertifikat. Kata Mansyur.

Karena itu tidak ada wasit yang nanti akan ikut dalam event-event itu yang tidak bersertifikasi.  Jadi kita begitu tertipkan semuanya sehingga pengembangan PORDI ke depan ini kita akan maksimalkan dan bisa jadi cabang olahraga otak yang ketiga setelah bridge dan catur.

Diakhir perbincangan, Prof Mansyur berpesan kita berharap karena ini akan diadakan bukan lagi Open Tournament tetapi yang akan di adakan adalah kejuaraan nasional. Oleh karena itu pesan khusus kepada seluruh atlet itu harus PENGPROV mengirim atletnya yang berproses dari bawah, juara di Gardu kemudian juara itu main di tingkat kecamatan, juara di tingkat kesamatan naik ke tingkat kawasan-kota, juara di tingkat kawasan-kota naik di tingkat PENGPROV atau provinsi dan hasil seleksi yang proses dari bawah itu di tingkat provinsi itulah yang mengikuti jurnas nanti. 

Saya berharap tentunya kepada seluruh PENGPROV di Indonesia ini nanti melakukan seleksi sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada,  untuk melakukan siapa atlet-atlet terbaik yang terseleksi dari bawah dan terkirim ke juara nasional nanti, itu pesan saya, kata Ketua Program Doktor Sekolah Pascasarjana IPDN ini.

By admin