Ditelantarkan Selama 12 Tahun Dua Remaja Sambangi Rumah Ayahnya Menuntut Tanggung Jawab
Pringsewu, Lampung, eksposenews.com – Merasa ditelantarkan ayahnya selama 12 tahun, 2 remaja CL dan OR mendatangi rumah ayahnya di Desa Sukoharjo 2 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, Minggu (6-02-2022).
Dua remaja yang masih duduk dibangku SMA tersebut, menuntut tanggungjawab ayahnya Nuryanto yang telah menelantarkan mereka selama 12 tahun, sejak tahun 2010 lalu.
CL dan adiknya berharap, kedatangan mereka disambut baik oleh ayahnya, dan ayahnya bisa memberi kebutuhan hidup mereka serta biaya sekolah.
Namun, harapan mereka sirnalah sudah. Kedatangan mereka malah membuat emosi sang ayah.
Dihadapan CL dan OR, Nuryanto malah memaki kedua anak kandungnya itu.
Nuryanto merasa bahwa dirinya sudah bertanggung jawab penuh atas semua kebutuhan anaknya tersebut.
“Saya sudah penuhi kebutuhan anak saya, saya belikan baju, saya kasih uang, tapi anak saya yang nggak pernah tengok saya,” kata Nuryanto, dihadapan wartawan, dengan nada emosi.
Nuryanto sepertinya terganggu dengan kedatangan kedua anaknya. Karena Nuryanto sudah tinggal bersama istri siri nya.
Sikap Nuryanto itu membuat CL dan OR kecewa. Mereka tidak menyangka ayahnya menyambut mereka dengan marah-marah.
CL menceritakan, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah mereka, hanya dari ibunya. Karena beban ekonomi yang sangat berat, sehingga uang bayaran sekolahpun menunggak selama tiga tahun.
Hal itu dibenarkan ibunya Siti Rohana.
Sejak rumah tangga mereka retak, Nuryanto tidak pernah memberi biaya hidup CL dan OR.
” Diakan PNS ( red-Nuryanto), jadi tunjangan untuk anak, kan ada, namun itu tidak pernah diberikan kepada CL dan OR, hak anak semestinya harus diberikan tanpa diminta, ” terang Siti.
“Sekarang ini, anak saya bekerja bungkus keripik untuk tambahan uang jajan mereka,” tambahnya.
Atas sikap ayahnya itu, CL dan OR akan menuntut ke jalur hukum dan meminta pendampigan kepada Lembaga Perlindungan Anak.
Karena, CL merasa kejadian ini tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan lagi. mus
