• Jum. Jan 21st, 2022

www.eksposenews.com

Heboh Soal Tilep Bantuan PKH, Petugas PSM Kembalikan Uang Kepada KPM

Byadmin

Jan 5, 2022

Heboh Soal Tilep Bantuan PKH, Petugas PSM Kembalikan Uang Kepada KPM

Bandarlampung, eksposenews.com – Setelah heboh dugaan pendamping tilep bantuan PKH, petugas pendamping Kelurahan Jaga Baya 3 Yugo dan Pekerja Sosial Masyarakat datangi kediaman Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Nia Rahmawati untuk kembalikan uang PKH yang sudah diselewengkan.

Rabu 5 Januari 2022, Yugo beserta dua orang Pekerja Soaial Masyarakat ibu Omawati dan Cindy, menyambangi Kediaman Nia untuk kembalikan uang sebesar 1.5000.000 dan meminta maaf.

“Ini cuma salah faham, kata Cindy dihadapan Nia. Memang bener uang PKH Nia sudah kami tarik, maksud saya mau saya berikan dibulan Januari ini,” kata Cindy.

Hal itu dibenarkan oleh Omawati, kami sengaja datang untuk nemuin Nia agar uang tersebut diterima dan jangan diperpanjang masalahnya.

Sementara Yugo tidak banyak berkomentar, diapun menyalagkan tindakan Omawati dan Cindy.

Yugo mengakui kalau Nia memang masuk dalam penerima manfaat dari program PKH.

“Memang ibu Nia masuk dalam daftar penerima PKH, saya baru dapat infonya semalam,” terang Yugo.

Sebelumnya, pada 3 Januari 2022, dihadapan Sekretaris Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Yugo dan Rahmat selaku petugas pendamping bersikeras mengatakan bahwa Nia tidak ada dalam data penerima Bansos PKH. Dan, hal itu dibenarkan oleh Sek Dinsos Santoso.

Nia mendapatkan informasi dari petugas Bank BRI Unit Kerja Way Halim kalau dirinya penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Betapa terkejutnya Nia setelah melihat rekening koran, terdapat transaksi penarikan sebanyak dua kali yaitu pada Agustus 2021 sebesar 750 Ribu dan November 2021 sebesar 750 Ribu.

Nia sangat heran dengan kejadian ini, bagaimana bisa terjadi. Sedangkan, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang merupakan alat transaksi, dipegang oleh ibu Cindy.

Sementara itu, petugas BRI mengakui kejadian seperti ibu Nia sudah sering terjadi. Padahal pihak BRI sudah sering mengingatkan kepada KPM untuk tidak menyerahkan KKS kepada siapapun dan dengan alasan apapun.

Karena KKS juga sebagai alat transaksi fungsinya sama dengan kartu ATM, sehingga kalau KKS dipegang bukan oleh KPM maka rawan penyalahgunaan.

Dari pengakuan beberapa KPM yang ada dilingkungan Kelurahan Jaga Baya 3, mereka sering mendapat intimidasi agar KKS diserahkan kepada pendamping, kalau tidak mereka tidak mendapat bantuan lagi. mus