Data Ijazah Bupati Nanang Ermanto Tidak Ada Arsipnya di SMA 9

Laporan : Musfiran

Bandar Lampung, eksposenews.com – Perseteruan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto versus Kepala Desa Margodadi Sutrimo atas dugaan ijazah palsu sang bupati, memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Publik menilai, isu ini sengaja dilontarkan menjelang pilkada Lampung Selatan yang akan digelar akhir tahun ini.

“Ini sih biasa, menjelang pilkada, ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan moment ini untuk kepentingan kelompoknya,” kata Rizal, warga Jati Agung.

Ada juga yang menilai kasus ini adalah kasus hukum biasa. Yang mana Bupati telah dicemarkan dengan isu ijazah palsu.

” Wajar saja, kalau pak Bupati, melaporkan kepala desa Sutrimo,” ujar Warno warga Jati Mulyo.

Untuk menyudahi perseteruan ini, masing- masing pihak harus berpijak kepada kepentingan masyarakat umum. Sehingga, kasus ini harus dibuka secara transparan.

Untuk mengungkap agar semua terbuka, media ini berupaya meminta keterangan dari pihak yang terkait.

Salah satunya adalah SMA Negeri 9 Bandar Lampung, karena sekolah itu lembaga yang secara legal yang mengeluarkan ijazah Nanang Emanto. Karena pada saat ijazah dikeluarkan pada tahun 1987, sekolah SMA Tunas Harapan tempat Nanang menimba ilmu, menginduk pada SMA Negeri 5 Tanjung Karang saat itu.

Kepala sekolah SMA Negeri 9, Suharto saat ditanya apakah ijazah atas nama Nanang Ermanto ada arsip yang aslinya di sekolah tersebut. Melalui pesan WhatsApp nya dia menjawab.”Informasi dari KTU tidak ada mas” Ujarnya.

Pesan itu dikirim ke WhatsApp wartawan media ini, Senin (3-8-202) pada pukul 09:39 Wib.

Memang jawaban dari kepala sekolah itu sangatlah singkat.

Akan tetapi, itu bisa dijadikan petunjuk untuk pengusutan dugaan ijazah palsu yang menjadi polemik.

Sementara itu, keterangan dari sekolah SMA Tunas Harapan tidak didapat. Karena saat media berkunjung ke lembaga itu, sekolahnya sudah bubar dan berganti lembaga menjadi STKIP AL – ITB.

Menurut pimpinan perguruan tinggi itu, SMA Tunas Harapan sudah bubar 2 bulan lalu karena tidak ada murid.

Secara kelembagaan STKIP AL-ITB tidak ada kaitan dengan Tunas Harapan, katanya.