Jakarta, eksposenews.com- Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami membuka seminar & Lokakarya Nasional Ikatan Pembimbing Kemasya rakatan Indonesia yang berlangsung di hotel Merlinpark, Jakarta (7/11).
Seminar yang dihadiri sebanyak 330 peserta dari seluruh Indonesia. Dengan mengusung thema Strategi Peningkatan Profesionalisme & Kompetensi Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Rangka Mendukung Percepatan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.
Dalam sambutannya Sri Puguh berharap seluruh peserta Seminar dapat meningkatkan kinerjanya
sehingga menghasilkan Pembangunann Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Seperti yang terus digaungkan oleh Presiden Republik lndonesia Joko Widodo. Hal tersebut di latar belakangi besarnya Jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa. pada tahun 2020 oleh Badan Puaat Statistik (BPS)s jalan dengan kebijakan tersebut, Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO den Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirtjen PAS) menyadari akan pentingnya pembangunan petugas Pemasyarakatan khususnya Pembimbing Kemasyaraka tan yang unggul.
Dengan semangat itulah. IPKEMINDO dan Ditjen PAS menyelenggarakan Seminar Nasional Peran Pembimbing Kemasyarakatan dan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan selama dua hari pada Kamis-Jumat, 7-8 Oktober 2019, di Merlynn Park Hotel Jakarta. Seminar diikuti oleh Pembimbing Kemasyarakatan, mahasiswa, praktisi peradilan pidana, pengamat dan peneliti pemasyarakatan serta stakeholder. Turut hadir Direktur Jenderal pemasyarakatan (Dirjen Pas) ,Sri Punguh Budi Utami Sekaligus menjadi Kynote Speaker pada seminar tersebut.
Pemasyarakatan memiliki SDM yang besar, seperti jumlah Pembimbing Kemasyarakatan yang besar. Mereka memiliki peran yang sangat strategis. Tidak hanya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi lebih luas pada sistem peradilan pidana. Ini menjadi kekuatan kita,” ujar Utami.
Dirjen PAS perempuan pertama tersebut mengungkapkan, bahwa pembangunan petugas Pemasyarakatan yang unggul khususnya Pembimbing Kemasyarakatan (PK) menjadi penting untuk membangun birokrasi yang melayani. Dalam Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, PK hadir sejak seseorang menjadi tahanan hingga menjalani pembinaan sebagai Narapidana baik di dalam maupun di luar lembaga pemasyaraka tan (lapas).
“Kita harus menguatkan peran PK agar menjadi SDM unggul untuk memastikan berjalannya Revitali sasi Penyelenggaraan Pemasyara katan Pembangunan PK menjadi SDM Unggul akan berdampak pada dihasilkannya Warga Binaan Pemasyarakatan yang unggul dan produktif,” tambah Utami.
Terdapat dua sesi dalam seminar nasional tersebut. Pada sesi pertama, para peserta akan mengikuti pembahasan mengenai Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Sesi ini menghadir kan tiga narasumber yaitu Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Deputi Bidang Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Nasional serta Deputi Bidang Hukum dan Perundangan Sekretariat Negara.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Penanganan Narpidana Kasus Narkotika dan Terorisme dibahas pada sesi kedua. Pada sesi ini menghadirkan narasumber Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional dan Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Seminar nasional kali ini Juga dirangkaikan dengan Lokakarya yang berlangsung selama dua hari Lokakarya tersebut menghadirkan jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal pemasyarakatan yang akan mengulas tentang penyusunan karya tulis ilmiah di bidang Bimbingan kemasyarakatan, peran PK dalam penilaian perubahan perilaku dan pemenuhan hak klien, Peran PK dalam pra Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi bagi Narapidana , Pengembangan karir Jabatan fungsional PK dan sistem Database Pemasyarakatan sebagai penunjang profesionalisme PK serta pelaksana tugas fungsi PK dalam sistem Peradilan Pidana.
Seminar nasional ini Juga dirangkaikan dengan lokakarya yang berlangsung selama dua hari. Lokakarya tersebut menghadirkan jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang akan mengulas tentang penyusunan karya tulis ilmiah di bidang Bimbingan Kemasyarakatan, peran PK dalam penilaian perubahan pelaku dan pemenuhan hak klien, Peran PK dalam Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi bagi Narapidana Pengembangan karir Jabatan fungsional PK dan Sistem Database Pemasyarakatan sebagai penunjang profesionalisme PK serta pelaksana an tugas fungsi PK dalam sistem Peradilan Pidana.
