• Kam. Apr 30th, 2026

Dokter GenZ Sahabat Diskusi, Dokternya Remaja Zaman Now

Byadmin

Sep 27, 2018

Laporan : Lemens Kodongan

Jakarta, eksposenews- Dokter Gen Z-Sahabat Diskusi Kesehatan Reproduksi dan seksualitas remaja telah hadir di Indonesia. Dimotori oleh komunitas remaja terbesar di Indonesia, Hipwee, yang didukung oleh John Hopkins University Centre for Communication Program serta para dokter dan psikolog.

Dokter GenZ bertujuan untuk memenuhi kebutuhan remaja, khususnya dan informasi kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif.

Berbagai data menunjukan bahwa kesehatan reproduksi adalah salah satu permasalahan besar remaja Indonesia karena isu ini cukup sensitif berkenaan dengan nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat.

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDK) pada tahun 2017
Menyebutkan bahwa 0,9% remaja perempuan dan 3,6 remaja laki-laki usia 15-19 tahun mengaku pernah melakukan hubungan seksual.

Meskipun terkesan kecil namun jika dibandingkan populasi remaja Indonesia yang mencapai 40 juta jiw, angka ini besar dan mengkawatirka.

Tanpa memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi dan akses kontrasepsi, hal ini bisa berujung pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Secara global sebesar 19% remaja di negara berkembang mengalami kehamilan sebelum usia 18 tahun. Kehamilan remaja tentu berdampak besar pada sang remaja itu sendiri, keluarga dan anak yang di kandungnya. Kehamilan beresiko tinggi, aborsi yang tidak aman, kegagalan pencapaian masa depan, penelantaran anak, berbagai masalah ganguan jiwa adalah hal yang mungkin dihadapi oleh remaja yang hamil.

Hotline aborsi oleh Samsara di Indonesia menunjukan 30% kliennya berusia 18-24 tahun dan
51.2% berstatus tidak menikah. Selain itu, penyakit menular seksual seperti Hepatitis B,
Human Papiloma Virus (penyebab Kanker Serviks) serta HIV/AIDS lebih mudah terjadi pada hubungan seksual yang dilakukan remaja. Data epidemi HIV berdasar Kementerian Kesehatan per tahun 2017 menunjukan tren peningkatan per tahunnya di rentang 15-19 dan 20-24 tahun, dimana per tahun 2016 populasi muda menyumbang sebanyak 20,8% penularan.

Sementara menurut data WHO, telah terjadi 20,928 kasus kanker serviks di Indonesia pada 12012, Jumlah ini terus meningkat dan pada tahun 2017, kasus kanker serviks di Indonesia menduduki posisi kedua di dunia.

Sementara di sisi lain, riset mengenai konseling paska aborsi
tidak tersedia luas di Indonesia dan meningkatkan kerentanan perempuan terhadap
permasalahan kesehatan fisik dan mental.

Dengan tagline “Dokternya Remaja Jaman Now” Dokter Gen Z menyajikan informasi
interaktif berdasarkan hasil riset dan validasi pura dokter dan psikolog, diantaranya banyaknya
informasi yang beredar di internet, diharapkan Dokter Gen Z bisa menjadi sumber terpercaya bagi remaja untuk dapatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dsn seksualitas yang komprehensif, sehingga remaja akan lebih mampu membuat keputusan yang sehat bagi dirinya.

By admin