Gotong Royong Bela Negara Melawan Corona
Oleh : Harry Cahya
Yogyakarta,eksposenews.com–Setelah pemerintah menetapkan wabah Covid.19 sebagai Bencana Nasional, lalu apa yang bisa kita kontribusikan sebagai anak bangsa menghadapi kedaruratan. Ada beberapa catatan yang bisa saya bagi, semoga bisa menjadi refleksi menuju aksi diri yang positif terukur.

1.PRINSIP dan kunci sukses Tiongkok China menangani Covid.19 adalah KOMPAK SUARA dan TINDAKAN BANGSA. Dalam bahasa kita lebih spesifik dengan GOTONG ROYONG.
2.Kalau kita hendak ber- GOTONG ROYONG KOMPAK DALAM BERSIKAP DAN BERTINDAK.maka modal awal utamanya adalah kearifan untuk PERCAYA kepada Pimpinan Negeri, Pemerintah dan memilih berfikir positif kepadanya.
3.Jika kita memberi TRUST dan POSITIVE THINKING kepada negara, maka kita mampu memberi rasa hormat, mampu memberikan apresiasi semua tahapan proses upaya tanpa menunggu kesempurnaan sesuai keinginan kita. Power come from Appresiative Inquiry and focusing.
4.Ketika kita mau memberikan apresiasi dan berfikir positif maka mata kita kemudian dapat melihat langkah langkah kongkret upaya. Langkah langkah kongkret pemerintah telah mendahului pernyataan atau keputusan status negara menghadapi Pandemi Covid.19.
5.Penentuan status apakah KLB atau DARURAT sampai dengan akhirnya Bencana Nasional tentu lahir dari pertimbangan dan perhitungan matang dari berbagai aspek yang sangat kompleks dan hati hati. Seiring dengan hal tersebut sekali lagi kita percaya bahwa otoritas negara akan melakukan sebagai sebuah keniscayaan.
6.Sekarang, tindakan apa yang bisa kita pilih..? Banyak hal, setidak nya kita bisa menahan aliran informasi palsu/Hoax. Menahan diri sementara atau mengurangi perdebatan di ruang publik, karena toh virus tak mendengar apa yang kita perdebat kan. Berhenti mempolitisir pandemi demi panggung popularitas atau kepentingan politik karena toh Virus tak mengenal regim. Virus hanya terpengaruh oleh kebersihan tangan kita, oleh kekebalan tubuh kita, oleh ketenangan sikap mental kita. Itu yang memberi efek jera pada virus bukan perdebatan. Saatnya berdiam bijak, termasuk pilihan aktifitas, mana yang prioritas urgent dan mana aktifitas social yang bisa ditunda.
7.Tindakan gotong royong kita paling tidak dengan membangun diri, lingkungan dan masyarakat/ komunitas sekitar dalam kinerja *3 K*. yaitu Kebersihan, Kekebalan tubuh dan Ketenangan. Mengatur diri sesuai petunjuk protokol otoritas kesehatan.
8.*Kebersihan* menyangkut kebiasaan cuci tangan, desinfek tanisasi area serta etika batuk, bersin dan meludah.
9.*Kekebalan tubuh* menyangkut pola makan pola istirahat dan olah raga.
10.*Ketenangan* menyangkut keweningan yang bersemayam di hati keberserahan diri kepada Tuhan melalui doa, serta Pola pikir dalam menyikapi secara wajar dan waspada. Ketenangan publik akan terwujud manakala ada solidaritas masker, solidaritas tempat cuci tangan, solidaritas berbagi empon empon utamanya Jahe, Sereh Jeruk nipis, temu lawak, kunyit, kencur maupun daun kelor yang ini kali jangan kemudian dipandang sebagai komoditas perdagangan dengan harga melambung karena “rising demand”.
11. Sampailah kita pada kesadaran komunal bahwa, ternyata Gotong Royong itu memang lebih ke TINDAKAN, bukan wacana memukau di ruang publik. Kalaupun perlu suara ya hanya satu suara dalam satu tembang karya seniman besar Jawa Ki. Narto Sabda berjudul “Gugur Gunung”.
Semoga suma gelisah wabah bisa segera enyah oleh *Gotong Royong sebagai aksi Bela Negara Kita dalam melawan koloni korona*.
Terima kasih.
👍🏼🇮🇩🙏🏼
*Salam PANCASILA*
*Harry Cahya*-
TCT DPD GPP Yogyakarta
