• Kam. Des 1st, 2022

www.eksposenews.com

DPP GPP Lakukan Konsolidasi dan Harmonisasi Organisasi di Beberapa Daerah di Jawa

Byadmin

Sep 29, 2019

Surabaya,eksposenews.com – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP), melakukan Konsolidasi dan Harmonisasi Organisasi di beberapa provinsi di Pulau Jawa yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY.

Tim konsolidasi di pimpin langsung oleh ketua umum GPP DR. Antonius Manurung, MSi didampingi Pengurus DPP lainnya yakni Yosephine Sri Susanti, Suprih Suhartono dan Alan Christian, yang berlangsung sejak tanggal 17-19 September 2019 lalu.

Konsolidasi yang dikemas dalam bentuk dialog membuat suasana terasa hangat dan kekeluargaan terasa pada saat di gelarnya tatap muka dan dialog langsung, ujar Antonius Manurung.

Dalam release yang di terima media ini, Antonius Manurung mencerita kan bahwa semua pengurus di daerah punya keprihatinan yang sama terhadap kondisi ideologi kita yakni Pancasila saat ini. Sebagai contoh ungkap Antonius Manurung, di Jawa Timur misalnya, beberapa catatan disampaikan dalam pertemuan tersebut mengharapkan adanya “Sinergi” mengingat bahwa dengan sinergi maka dampaknya terlihat makin besar dan gaungnya makin keras, supaya GPP dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah dengan strong political will dari GPP.

Lebih lanjut, ujarnya, bahwa selama ini organisasi seperti NU dan teman-teman nasionalis lainnya sudah banyak melakukan kegiatan kebangsaan di Jawa Timur, dan saat ini sedang membuat buku saku bagi Babinsa untuk menangkal radikalisme.

Disamping itu, Teknologi 4.0 khususnya melalui medsos sangat mempengaruhi masyarakat, dimana ada ide-ide nasionalis seyogyanya bukan untuk memusuhi tapi justru merangkul mereka yang tersesat.

Aktivitas GPP yang ada harus bersifat kultural dan sesuai kearifan lokal untuk menangkal mereka yang “Salah Paham” atau memang “Pahamnya yang Salah”

Perlu panduan atau tolok ukur untuk PROGRESIF REVOLUSIONER, didampingi itu perlu persiapan buku atau literatur untuk Pendidikan Pancasila (saat ini sudah dipisah dari Pendidikan Kewarganegaraan).

Daerah Jatim dan Jateng diharapkan menjadi benteng PANCASILA dan koordinasi dan link yang sudah baik terjalin selama ini. Ada beberapa tokoh di GPP yang mumpuni seperti Profesor Haryono juga punya hubungan yg baik dengan NU.

Gerakan ini harus menjadi gerakan yang besar dan tak berhenti di seremonial belaka, belajar dari kelompok sebelah dimana dengan beranggotakan sedikit orang tapi bisa membuat gerakan besar.

Beberapa masukan hasil dialog di Daerah Istimewa Yogyakarta misalnya, Kampus harus menyediakan fasilitas badan hukum dan konseling untuk mereka yang memiliki masalah radikalisasi. Harus Hati-hati dengan “Ilmu Takiah” atau ilmu bunglon dari pihak yang tidak suka dengan Pancasila. Termasuk melakukan Sharing tentang merangkul Islam Wahabi.

Pancasila adalah WAHYU untuk bangsa Indonesia, segala sesuatu yg terjadi ini memang harus terjadi untuk memurnikan Pancasila.

Jokowi perlu ditemani untuk cerita Tuhan untuk Indonesia, Jokowi sebagai “rambatan” bukan sebagai Presiden Energi Nusantara akan muncul lewat peristiwa -peristiwa ini.

Terbentuknya KAMPUNG PANCASILA dimana-mana sehingga Pendidikan melalui sekolah negeri dan melalui kata-kata mutiara dipasang di sekolah-sekolah.

Hasil Konsolidasi di wilayah JATENG beberapa masukan di usulkan, misalnya, Pembentukan PENYULUH PANCASILA di seluruh Indonesia,Pemisahan “Pendidikan Kewarganegaran” dengan “Pendidikan Pancasila”. DPP GPP mempunyai menjadi peluang bagaimana melaku kan persiapan modul mengenai urusan tersebut yang akan segera bentuk oleh tim DPP GPP.

Masukan yang paling penting dalam dialog tersebut diharapkan adanya Strong Political Will untuk memperkuat implementasi Pancasila sebagai Ideologi yang harus mengakar di seluruh lapisan masyarakat.