Artajasa Siap Melepas 20 persen Saham.

JAKARTA, eksposenews- PT Artajasa Pembayaran Elektronis Tbk salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penyedia layanan elektronis terdepan di Indonesia dan memiliki jumlah anggota terbanyak dalam jaringan ATM di Indonesia. Hari ini Perseroan melaksanakan Paparan Publik dalam rangka Penawaran umum perdana saham (IPO). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT. Indo Premier Securitas, dan Penjamin Emisi Efek Utama dengan PT.CLSA Securitas Indonesia.

Jumlah saham yang akan ditawarkan adalah sebanyak-banyaknya sebesar 437.505.800 (empat ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus lima ribu delapan ratus) saham biasa atas nama, atau sebesar-besarnya 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp.100 (seratus rupiah) setiap saham.

Bayu Hanantasena, Direktur Utama Artajasa mengatakan ” Kami sebagai pelopor di industri sistem pembayaran, melakukan rencana IPO ini sebagai strategi korporasi dalam mendukung implementasi gerbang pembayaran nasional (GPN). Kami optimis Saham kami akan diminati oleh investor karena prospek industri sistem pembayaran di Indonesia.

Bayu melanjutkan, Industri ini masih sangat menjanjikan dengan didukung oleh beberapa faktor seperti tingkat penetrasi layanan perbankan dan keuangan yang masih rendah, kemudian inisiatif Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan transaksi e- commerce. karena itu diharapkan Artajasa kedepan menjadi partner yang lebih baik bagi seluruh industri, memiliki keterbukaan informasi dan melakukan good governance, melanjutkan kepada awak media dalam acara Paparan Publik rencana IPO di hotel Ritz Carlton Pacific Place, (1/3).

Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari otoritas jasa keuangan dapat diperoleh pada tanggal 22 Maret 2018 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada tanggal 23 dan 26 Maret 2018. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 29 Maret 2018.

Kurun waktu tahun 2014 s/d 2016 Artajasa berhasil membukukan pendapatan bersih dari 409,72 miliar atau laju pertumbuhan majemuk tahunan (compoud annual growth rate/CAGR 13,5 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Artajasa telah membukukan pendapatan bersih sebesar 74 persen dari pendapatan bersih yang dibukukan di akhir tahun 2016 dengan laba periode berjalan mencapapai 70 persen untuk periode yang sama sampai dengan September 2017. Artajasa juga dapat menjaga posisi yang kuat pada neraca, ditunjukan oleh rasio total aset terhadap liabilitas sebesar 3,05x xan total aset lancar terhadap total liabilitas jangka pendek sebesar 1,77x.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi menunjukan pertumbuhan yang signifikan selama periode tahun 2014 s/d 2016 dimana tahun 2014 dan 2016 Artajasa berturut-turut membukukan Rp.145,61 miliar dan 266,71 miliar atau CAGR 35,3