• Rab. Okt 21st, 2026

Doktor Baru UKI Kritik Ketimpangan TAX HOLIDAY: Asing di Manjakan 5-20 Tahun, Indusrti Dalam Negeri Terbebani

Byadmin

Okt 20, 2026

Jakarta, 20 Oktober 2026 Ketimpangan kebijakan insentif pajak di Indonesia menjadi sorotan tajam dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI). DR. Rony Eli Htahaean, SH., MH., CLA, berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Rekonstruksi Kebijakan Tax Holiday Terhadap Industri Dalam Negeri Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di hadapan Dewan Penguji serta tokoh politik, Dr. Trimedya Panjaitan, S.H., M.H. Dalam disertasinya, Dr. Rony Eli Hutahaean, SH., MH., CLA mengungkap fakta ironis dalam kebijakan fiskal nasional. Di satu sisi, pemerintah dengan sangat royal memberikan fasilitas tax holiday kepada investor asing dengan jangka waktu yang sangat panjang, yakni 5 hingga 20 tahun pembebasan pajak (PPh Badan 100%). Namun di sisi lain, kebijakan perpajakan untuk industri dalam negeri justru dinilai tidak ramah dan cenderung membebani. Terjadi paradoks keadilan. “Kita memberi karpet merah berupa pembebasan pajak belasan bahkan puluhan tahun untuk asing, sementara industri dalam negeri kita sendiri harus berjuang dengan beban pajak yang tinggi, rumit, dan tidak kompetitif. Akibatnya daya saing industri nasional kita menurun,” ujar Rony Eli Hutahaean dalam sidang terbuka. Bang Rony, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan, kondisi ini berdampak serius pada melemahnya daya dukung perekonomian nasional. Industri dalam negeri yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi, justru layu sebelum berkembang karena harus bersaing tidak sehat dengan industri asing yang menikmati fasilitas super istimewa di negerinya sendiri. “TAWARKAN PARADIGMA BARU: HUKUM PAJAK YANG BERPIHAK” Melalui penelitian mendalam, ia tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi berupa paradigma baru hukum perpajakan yang berkeadilan. Ia menawarkan paradigma baru dalam kebijakan tax holiday berupa teori Performance Based Tax Holiday yaitu kebijakan tax holiday yang tidak hanya ramah investor asing, tetapi juga memberikan perlindungan yang proporsional bagi industri dalam negeri agar dapat tumbuh bersama demi menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Tax holiday diberikan dengan mendasarkan pada kontribusi investasi terhadap pembangunan ekonomi nasional dengan suatu ukuran yang jelas, seperti terwujudnya transfer teknologi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah industri, penguatan rantai pasok domestik, peningkatan penyerapan komponen dalam negeri, peningkatan pola kemitraan dengan industri dalam negeri, dan peningkatan daya saing industri dalam negeri. Paradigma tersebut menekankan bahwa hukum pajak tidak boleh hanya berorientasi menarik investasi asing, tetapi harus menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada industri dalam negeri. “Tax holiday harus dievaluasi secara radikal. Prinsip keadilan dan keberpihakan kepada industri nasional harus menjadi roh utama hukum perpajakan kita. Jangan sampai kita menjadi tuan yang baik bagi asing, tapi menjadi berat bagi bangsa sendiri,” tegasnya. Ia berharap, hasil Disertasinya dapat menjadi masukan kritis bagi Kementerian Keuangan, BKPM, dan para pengambil kebijakan fiskal untuk menata regulasi perpajakan yang berkeadilan. “Semoga para pengambil kebijakan lebih memperhatikan keadilan bagi industri dalam negeri. Karena kemandirian ekonomi tidak akan pernah terwujud jika industri kita sendiri tidak berdaya saing di rumah sendiri.” Sidang Terbuka dipimpin oleh Rektor UKI Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D, dan Tim Promotor: Prof. Dhaniswara K. Harjono, SH., MH., MBA selaku Promotor dan Prof. Aarce Tehupeiory, SH., MH selaku Co-Promotor I dan Assoc. Prof. Dr. Bernard Nainggolan, SH., MH selaku Co-Promotor II, dan berhasil meluluskan promovendus dengan predikat Sangat Memuaskan / Cum Laude. Perjalanan pribadinya juga menjadi inspirasi. Ditinggal Ibu sejak kecil dan mengadu nasib ke Jakarta, serta kehilangan Ayah setelah mulai bekerja, ia berhasil merintis pendidikan hingga jenjang S3 dengan kerja keras bersama istri dan ketiga anaknya. Penggemar olahraga golf ini merintis karier sebagai seorang Advokat dengan spesialisasi hukum pajak di samping aktif mengabdikan ilmunya sebagai dosen pada Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular Jakarta

By admin

Tinggalkan Balasan